Kisah Tragis di Balik Karakter Urashiki Otsutsuki



Borutonesia.com - Informasi mengenai remake Boruto: Naruto the Movie kian ramai dibicarakan, ada informasi bahwa dalam remake ini penjahat ketiga Otsutsuki (penjahat selain Kinshiki dan Momoshiki) juga akan muncul.

Meski belum ada informasi resmi, namun para penggemar sudah memprediksi nama penjahat ini bernama Urashiki. Bukan tanpa dasar, sebab prediksi ini didasarkan cerita rakyat Jepang yang menceritakan ketiganya.

Dasar Momoshiki dan Kinshiki adalah cerita rakyat Jepang dari Momo-Taro dan Kin-taro. Dan penjahat ini (Urashiki) bermarkas di Urashima-Taro. Taro berarti putra sulung di Jepang.

Kisah tersebut melibatkan seorang nelayan Urashima yang menyelamatkan Kura-kura dari beberapa anak yang sedang bermain dengannya. Untuk mencegah kerusakan dan menjadi pria yang baik, Urashima menyelamatkannya dengan menyuap anak-anak dengan sejumlah uang.

Gambar Asal usul urashiki

Setelah membuat kura-kura bebas ke laut, Urashima dengan senang hati berbisnis. Setelah beberapa saat kura-kura kembali dengan tawaran untuk mengunjungi Istana Laut dan bertemu dengan Putri Oto yang ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi.

Urashima setuju dan pergi bersamanya. Di sana ia melihat beberapa keajaiban Laut Bawah saat dia melakukan perjalanan ke Istana. Urashima bertemu Putri dan terkesima oleh kecantikannya yang tak tertandingi.

Dia mengingatkannya pada Royalti beberapa ratus tahun sebelumnya. Mereka berpesta dan merayakan kehormatan Urashima. Putri mengucapkan terima kasih.

Gambar Asal usul urashiki

Dalam beberapa versi, dia menjalin cinta dengan sang Putri dan kemudian mereka menikah. Namun, pahlawan kita teringat kepada orangtuanya yang semakin tua dan mengingat penderitaan mereka akibat ketidakhadirannya di sisi mereka dan dia meminta Putri untuk mengizinkannya pergi.

Sebelum meninggalkan Putri, dia diberi sebuah kotak Tamatebako yang sebenarnya berisi berapa tua usianya. Urashima berjanji untuk kembali dalam sehari dan meninggalkannya dengan penuh semangat.

Saat mencapai pantai di desa ada banyak perubahan baru di sana. Dia menyadari bahwa setiap orang dari desanya telah meninggal dan beberapa abad telah berlalu. Urashima sangat sedih dan dalam keputusasaannya ia membuka Tamatebako (kotak yang diberikan oleh Putri). Segera dia menjadi tua dan mati.

Moral dari pengetahuan ini cukup praktis dalam beberapa hal. Tindakan jahat (kid of harming tortoise) tidak selalu memberikan hasil buruk. Sementara Kebaikan tidak selalu menghasilkan akhir yang bahagia (kehancuran Urashima dari membuka Tamatebako).

Click to comment